Jangan lupa baca juga..

JEJAK SURGA PAHLAWAN

CERPEN. GENRE: PAHLAWAN " Jejak Surga Pahlawan Kita " Penulis: Heru Suganda "AllahuAkbar" Begitulah lantan...

Sabtu, 05 September 2015

JEJAK SURGA PAHLAWAN



CERPEN.
GENRE: PAHLAWAN
"Jejak Surga Pahlawan Kita"
Penulis: Heru Suganda
"AllahuAkbar" Begitulah lantangan keras para pasukan Pribumi Indonesia yang mempertahankan kemerdekaan menghadap sekelompok Pasukan Sekutu yang bersikeras merebut kekuasaan Indonesia, Umat Muslim Indonesia hingga tak menghiraukan apapun serangan Cekcok mereka, mereka para jepang tinggal mengendalikan senjata pelurunya ataupun menyibakkan pedang bak samurainya. Sementara bangsa nekat Pribumi Indonesia hanya menyerahkannya pada sepanjang bambu berujung lancip yang ketat di peluk genggam mereka.Mereka betul-betul beraksi kuat dengan menyimpan sebara keberanian yang begitu tak menghadang kenekatannya,Kalau dipikir-pikir seujung kukupun tak berani melangkah untuk menyerahkan nyawa.
Mereka dianggap Mati Syahid.
"Jangan menyerah pada mereka, Tuhan senantiasa menolong kita para Prajurit" Kata seorang pemimpin bernada tegas pada prajuritnya yang mulai menundukkan kepala seakan tak berdaya, tetapi melihat kondisi Indonesia mau sekehendak perut direnggut oleh pihak Jepang, Rasa Takut tertimpal oleh Keberanian EmpatLima yang tergebu di nurani mereka, Mereka tak membiarkan orang Jepang bisa mengacak-acak Kedamaian Indonesia untuk mempermanenkan kemerdekaan.
Surga lah Balasan Relawan Kemerdekaan.
Saya Bergumam setelah Membaca tak sedikit dari Buku Sejarah Indonesia, Saya rangkai semampunya untuk menceritakan kembali Peristiwa Terjadinya perang dibawah pimpinan Bung Tomo.
Dengan Niat Merebut kembali Kemerdekaan, Bangsa sekutu akhirnya memutuskan berkunjung ke Tanah jawa, dan mengerahkan para Tentara kemudian Mendarat di Landasan Surabaya, tak seorang diri melainkan dibawah pimpinan Brigjen Mallaby.
"Terus kita lanjutkan rencana ini para tentara, Jangan takut pada respon Orang Indonesia!" Ucap Orang Bertahta Raja bagi Sekutu itu bertekad kuat menjenjang tinggi kekuatannya untuk mengambil alih tanah Indonesia.
"Siap!" sambut pasukannya datar sudah bersiap dengan pasang senjata di samping pinggulnya.
Mereka pun terbang dari asal, dan Tiba di Surabaya, Tentara sekutu itu membebaskan para Tawanannya dan melucuti Tentara Jepang untuk siap menyerbu Indonesia. Mulailah para Pribumi Indonesia kewalahan.
Setelah berhasil tiba di Surabaya, sekelompok sekutu bergegas menuju Penjara Kalisosok yang menjadikan niat utama untuk membebaskan karibnya yang larut ditahan di kurungan jeruji besi itu. mereka memiliki semangat sebelas duabelas oleh indonesia, sama-sama bersemangat untuk memenangkan kehendak, memberantas sekutu, namun sekutu menanamkan tricknya yang membuat Pribumi Jawa kewalahan, dan akhirnya kembalilah perwira angkatan laut bernama Koloner Huiyer dari balik penjara.    
"Bagaimana ini bangsa Indonesia, Apakah kita membiarkan pasukan sekutu memporak-porandakan negeri ini?" Sang Bung Tomo kesal dan berpikir tujuh keliling demi Wilayah indonesia aman, dan mencampakkan pasukan sekutu yang bertelatah Tamak.
"Demi apapun, Indonesia harus bebas dari tangan sekutu!" ucap Letkol Tentara bersemangat tinggi. "Demi Allah, Aku akan berjuang!" sahut satu pasukan beraut tajam bernada tegas, kelihatan optimisnya." Siap!" ucap serentak pasukan Personil lainnya mereka siap membawa diri ke hadap sekutu kelak.
Api semangat Mulai Membara.
"Mulai sekarang pindah alih ke surabaya, Lihat mereka sudah tiba disana!" ajak Bung Tomo jika diperhatikan dadanya berkembang-kempis melihat aksi sekutu. tak lama dari itu, bergegaslah para pasukam bung Tomo menuju daerah pos-pos sekutu yang berhasil melekat disana.
Semangat yang sudah tak terkurung, Membuat dada pribumi indonesia menggebu dan turun tangan lah mereka mengamukkan senjata yang di kerahkan, seketika pos-pos dan daerah yang sudah sekutu berhinggap tanpa permisi lenyap tersisa kepingan-kepingan barang yang pecah belah.
Aksi mereka sukses tanpa hambatan terhalang, para pemuda-pemuda pribumi kembali mempermanenkan jejak asli di tanah surabaya, mereka girang bersorak karena puas menuntas sekutu yang sekehendak perut.
Tak lama dari kejadian itu, Pasukan inggris telah sekarat nyaris terenggut nyawa, Kuping sekutu tak bisa tertahan mendapat berita itu, segera ia menghubungi Ir.Soekarno untuk memohon menyelamatkan pasukan inggris agar selamat dari kehancuran yang larut mengamuk.
"Mohon tanggapi tuturan kami presiden, Turun tangan anda untuk membebaskan inggris dari kehancuran yang mencekatnya" Sekutu terus menghubungi Presiden Soekarno selekas mungkin.
Akhirnya Presiden Soekarno pun memutuskan untuk terbang ke surabaya,  melihat Banyak orang bergerumuh rusuh bericuh sekehendaknya sembarangan melemparkan peluru dengan senjata masing-masing, Soekarno yang tiba di tempat itu bersama Moh.Hatta dan Amir Syaffirudin sekaligus Jendral D.C Hanwtron berusaha menenangkan kericuhan di Tanah itu. dan mengimbaukan dengan sekepala dingin.
"Harap Tenang semua, Hentikan Perang ini, Hentikan senjata kalian!" Seru Presiden Soekarno tegas. "Kita akan menyelesaikannya dengan baik-baik" lanjutnya menekatkan konsistenan.
Para sekerumunan orang itu termasuk pribumi Jawa diam, menjedakan perang untuk mendengar utusan Sang Soekarno dan tiga sekawanannya. suhu panas peperangan senjata itu tampak turun menjadi dingin, namun setelah berkelanjutan hari, Pribumi Indonesia kembali panas dan membalaskan aksi sekutu itu dan terjadilah lagi peperangan antar senjata.
30-OKTOBER-1945
Kebijakan dari Perbincangan sekilas memutuskan untuk Terbitnya aturan perang dengan berkewajiban dilarangnya menyentuh senjata tembak di lingkaran perang, Keputusan itu sekedip berjalan namun jadinya mereka tak lagi mematuhi aturan itu.
"Jdor" Peluru mendarat kencang dan menembus tubuh Mallaby, 9-November-1945 Seketika ditempat ia mengucurkan darah dan menghembuskan akhir nafas.
Melihat makhluk luar indonesia tersasar korban dengan peluru, Pemimpin sekutu bertempat di Surabaya Semakin panas dan Melahirkan Ultimatum berharap agar tak ada lagi perang mengikut sertakan senjata.
Ultimatum itu memaparkan "Semua pemimpin dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah ditentukan, kemudian menyerahkan diri dengan mengangkat tangan"
"Batas waktu ultimatum tersebut adalah pukul 06.00 tanggal 10 November 1945. Jika sampai batas waktunya tidak menyerahkan senjata, maka Surabaya akan diserang dari darat, laut, dan udara” lanjut isi Ultimatum itu yang dicetak oleh Pemimpin Sekutu.
 Ultimatum itu sempat terlirik oleh semua Rakyat Indonesia, Raut mereka tampak bergusah spontan tak menerima mentah-mentah isi Ultimatum itu. Termasuk Bung Tomo hingga menolaknya, dirinya tampak bergundah dan 10 November 1945 terjadilah perperangan yang dibawah kuasa ia.
Berlangsunglah Peperangan.
Tidak mengandalkan peluru, akan tetapi bangsa Indonesia hanya memainkan Sepucuk Bambu runcing yang telah didesain mungkin untuk berharap bisa menindas sekelompok sekutu. Selama bergidik bertahan kuat yang diarahkan semangat yang selahar, Mereka memacukan bambu panjangnya seraya berkomat-kamit mengucapkan Asma Allah.
“AllahhuAkbar”   “AllahhuAkbar” teriak tanpa jeda bernada lantang para Pribumi Indonesia melawan pasukan sekutu.
Terdengar hantaman keras antara bambu runcing dan seutai pedang bak samurai memecahkan belah udara yang berdentang tanpa henti sebelum ada seseorang yang terdampar berserah diri tak mampu lagi angkat tubuh yang bersimpah darah, dan Darah-darah itu yang membekal mereka sebagai bukti berani Mati Syahid demi memperjuangkan Negara dan kebaikan Islam. Kemudian Mereka yang terbaring bersama darah yang keluar, Allah berseru di Firmannya bahwa Merekalah yang sudah dibentangkan Surga yang tidak ada tandingannya indah dengan sejagat raya manapun.
“Merdeka Indonesia” O

Jejak-Jejak Perjuangan Mereka yang mungkin diberanda Surga, Hingga Senin tiba Mereka selalu diingat 
 “Saya terispirasi Judul dan Alur Cerita ini berdasarkan Fakta-Fakta yang ada. dan saya jabarkan berbentuk Cerita Pendek (Cerpen) dalam bahasa saya sendiri tanpa menyontek gaya bahasa seseorang.(Originalitas)”
@
Mohon Maaf Bila ada kesalahan


\
















vBIODATA PENULIS:v
Saya Bernama Heru Suganda, saya mempunyai juga nama Pena, namun saya pakai untuk Novel Terbaru saya Kelak.Saya terlahir di Medan 21-Maret 1999. Saya Tinggal di Purwodadi,Kecamatan Tebing Tinggi Prov.Jambi. Saya mulai tertarik dunia tulis menulis sejak Berniat ingin menerbitkan single Novel yang digelar oleh Penerbit Buku yaitu #LombaTerbitkanBuku2, lama kelamaan saya ingin Terus menuntaskan karya saya dan menjadi keseharian untuk Mengetik/Menulis. Saya sebagai pelajar,kini berumur 16 Tahun, Juga bekerja di Frelanceer(Online) sebagai Journalist. Saya beranjak di Kelas 12 IPA.Saya juga Mendirikan FP “Cerbung Remaja Fiksi” dan Blogspot.
GMAIL: Herusuganda03@gmail.com              FP: Cerbung Remaja Fiksi
Facebook:Heru Suganda (WestLife)
Twitter: @Herusuganda03


Tidak ada komentar:

Posting Komentar