Jangan lupa baca juga..

JEJAK SURGA PAHLAWAN

CERPEN. GENRE: PAHLAWAN " Jejak Surga Pahlawan Kita " Penulis: Heru Suganda "AllahuAkbar" Begitulah lantan...

Selasa, 05 Maret 2019

MENULIS BUAT APA ?


Sebuah Pena, Kertas dan Ide
By Heru Suganda
Menulis bagi saya adalah mengungkapkan suatu keindahan dan curahan yang menginspiratif. Menulis sebuah cerpen maupun novel adalah menjadi seorang penulis dalam menuangkan ide kreatif dan ungkapan imajinasi bisa dalam bentuk fiksi maupun non-fiksi.
Sekitar satu bulan saya menulis bebas hingga seratus dua puluh halaman kertas A4. Sambil tersenyum saya bangga dengan pencapaian awal ini, namun karya saya tidak diterima malam hari itu oleh penerbit di jakarta dengan alasan tidak saya ketahui. Tapi Saya menyerah ? Tidak.
Namun saya jatuh cinta dengan dunia kepenulisan. Setiap harinya saya mencari novel dan cerpen berbentuk digital di internet yang bisa didapatkan gratis. Saya membacanya sampai habis berkali-kali, sekitar dua bulan lebih saya mempunyai kebiasaan membaca novel akhirnya muncul di pikiran saya minat untuk tidak selalu membaca tapi keinginan menulis seperti penulis-penulis di Indonesia yang populer.
Ketika saya kebelet menulis dibutuhkan kertas, kemudian saya harus menggunakan pena untuk penggerak isi hati di kertas, kedua benda tersebut ada ditangan saya ketika ingin menumpahkan gagasan yang ada di kepala terutama dalam kondisi mendadak kejatuhan ide. Maka kertas, pena dan ide adalah kebutuhan penting bagi saya yang selalu kejatuhan ide mendadak.
Saya pernah menulis sebuah buku dan novel baik fiksi maupun non-fiksi, menulis membutuhkan ide agar bisa memaksa saya untuk menggerakkkan sebuah pena atau membuka laptop untuk mengetik, pernah suatu hari saya memikirkan dan menyimpan banyak gagasan tapi karena ada kendala saya tidak sempat menulis akibatnya kecenderungan saya melamun dan sensitif akan meningkat, Itulah yang terjadi pada saya jika menunda menulis.
Mood merupakan satu point utama seperti layaknya nyawa yang menggerakkan suatu badan dalam menulis, sudah beberapa tahun terakhir hingga sekarang saya selalu dibawah perintah mood, Mood adalah suatu kemauan atau keinginan yang pada saat itu sedang melanda hati saya.
Kedua yaitu ada motivasi dan pengalaman yang akan diceritakan, ketika otak saya melakukan flashback pada masa lalu tentunya ada banyak kejadian dan cerita yang menarik untuk dituliskan, jika saya tidak menuliskannya akan terjadi kepikiran berkepanjangan dalam kepala, dengan saya menulisnya maka pikiran dan hati saya lebih tenang dan lega, bisa dikatakan saya bercerita pada sebuah kertas maupun laptop.
Kalau waktu yang tepat saya menulis adalah sore hari sehabis bangun tidur atau malam hari ketika tidak bisa tidur, diwaktu tersebut kecenderungan mengetik untuk menuangkan gagasan lebih bersemangat, misal ketika malam hari tidak bisa tidur saya mengambil cemilan dan secangkir kopi kemudian membuka laptop lalu saya menulis dengan semangat.
Respon dari lingkungan ketika saya menulis adalah Dosen, keluarga dan teman-teman saya sekelas. Abang dan adik saya sangat heran mengapa saya bisa berbeda dengan kegiatan mereka, dimana saya setiap membuka laptop selalu terdengar bunyi keyboard yang berisik, mereka mengintip saya dari balik pintu kamar dan menganggap saya aneh. Seperti katanya “ngapain menulis kalau nggak digaji..” maka saya menjawab dengan sigap. “Ini hobi abang dek, hobi adek apa ? Oh memancing, nah sekarang apakah memancing itu digaji dek?” jawab saya.
Berbeda dengan teman dan dosen yang menganggap  menulis itu membanggakan. Saya ditanya banyak oleh teman-teman dan dosen sebenarnya apa yang saya tulis, maka dengan semangat saya menjawab “sebuah karya, nanti kalau sudah selesai kalian akan tahu sendiri” ujar saya sambil tersenyum. Kalau seorang dosen bahasa indonesia di kampus. Dia pernah bertanya “ Ada tidak ya mahasiswa disini yang sudah hasilkan karya?” semua hening kemudian suara saya muncul memecah keheningan.” Saya pak” teman-teman sekelas memusatkan perhatian pada saya. Menulis haruslah mempunyai semangat yang berapi-api.
Pengalaman memalukan pernah saya alami sewaktu kelas tiga SMA, dimana saya mewawancarai teman-teman untuk mendapatkan ide dan pengalaman mereka pribadi. Saya bertemu mereka diwaktu jam istirahat tiba. Saya ingin menulis kisah anak SMA, tips menempuh UN, dan mengenai kisah jomblo mereka. Ada beberapa orang yang mau memberikan gagasannya, tapi lebih banyak yang tidak menerima bahkan mereka mentertawakan saya. Mereka mengatakan “ Teman-teman khusus yang cowok, hati-hati ada heru mau buka aib kalian masing-masing.” Setelah itu mereka membully saya. Bahkan mereka yang membuka pribadiku yang bisa jadi bahan tertawaan teman-teman sekelas. Pelajaran yang saya petik jangan bertanya secara langsung kalau mengenai pribadi, namun bisa melalui canda tawa serta menjadi teman yang baik dan dipercaya.
Perjalanan saya menulis cerpen maupun novel memanglah ada pedoman, Tahun 2015 saya pernah menulis cerpen tentang teman saya sendiri tidak sekolah SMA padahal mempunyai semangat sekolah namun terkendala finansial, maka secara diam-diam saya mendapat informasi darinya ketika bercanda maupun sedang curhat-curhatan. Informasi itu saya bawa pulang ke kamar lalu menyalinnya ke dalam laptop, pertama saya lakukan adalah menulis sinopsis, kedua menulis bebas kemudian mengistirahatkan tulisan saya selama seminggu agar di revisi sebelum dikirimkan ke penerbit di padang.
Target dalam menulis memang saya tekankan, jika saya menulis maka harus tahu tema, judul, genre dan jumlah halaman, jika komponen tersebut tidak ada maka saya melamun dahulu atau mendengarkan musik, mencari kegiatan dan bercanda dengan teman-teman yang bisa mendapat ide tiba-tiba, waktu menyelesaikan sebuah novel siap terbit sangat lama, saya baru saja memulai menulis novel tentang remaja bisnis dan cinta remaja maka target yang saya harapkan selesai bisa tahun 2019 bahkan 2020, karena saya menekankan kualitas ketimbang sebuah novel cepat selesai tapi tidak memuaskan.
Oh iya, saya pertama kali menulis adalah ketika sedang membutuhkan uang untuk membeli handpone. Pada hari itu saya mendapat info dari abang saya ada lomba dari penerbit di jakarta, lomba itu bertema wisata, jadi saya menulis sendiri pelan-pelan sambil mencari gagasan tentang wisata di jambi, ketika mendapatkan ide saya sangat antusias sambil mencari laptop untuk mengetik karena tidak mempunyai laptop saya pun meminjam laptop abang saya disela-sela waktu kosongnya.
Tips dari saya agar menulis dapat mengalir dan selalu mendapat ide dan gagasan seperti saya sering alami adalah membuka pikiran untuk menerima ide kemudian mendorong diri agar mau menulis, kalau tidak bisa haruslah dipaksa agar ide tidak terbuang sia-sia, kemudian jangan mudah menyerah karena hal kecil dan sepele, seperti jika tulisan diejek tidaklah harus berhenti menulis lantaran tidak diterima orang, namun tulisan yang kurang baik haruslah diperbaiki untuk membangun sebuah kesuksesan dengan meluncurnya sebuah cerpen atau novel yang telah di cita-citakan.
Terimakasih
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Tulis.Me di Instagram.
Biodata penulis
Nama saya heru suganda, umur 19 tahun, saat ini sedang menempuh kuliah di Universitas Jambi jurusan kesehatan masyarakat, saya Asli medan namun tumbuh besar dan bersekolah di Provinsi Jambi. Akun media sosial yang aktif antara lain @Herusugan01 (Instagram), , 083171023539 (WA), Herusuganda99 (Line).

WHAT? IPK rendah auto Ga dapat Kerja ?


WHAT? IPK rendah auto Ga dapat Kerja ?
By : Heru suganda

Giyo Uriep AP    : “IPK juga berpengaruh, jangan main-main sama IPK”

TOPIK : Kalau di wawancara kerja nanti yang ditanya bukan “IPK kamu berapa? Tapi kamu punya skill apa ? 


Saya rasa topik ini banyak ingin orang tahu, karena kuliah itu tidak hanya mencari IPK namun mencari pengalaman dalam berorganisasi dan bergaul serta banyak hal lain sesuai tujuan kalian kuliah, namun dalam entri kali ini saya ingin mengupas tentang IPK.
Langsung saja, Come reading !]
Pembahasan :
IPK adalah indeks prestasi kumulatif yaitu rata-rata dari semua IPS (indeks prestasi semester).
Berikut saya kutip pendapat dari teman-teman di grup :
Chandra AR : “apa latar belakang pendidikanmu, dimana kuliahmu, apa akreditasi fakultasmu,berapa ipkmu, seberapa menarik CV mu,itu fungsinya sebagai akses saja”
Giyo Uriep AP    : “IPK juga berpengaruh, jangan main-main sama IPK”
Fahri AP               : “itu alasan orang yang IPKnya dibawah rata-rata kalek hahaah, kalo ipk ga guna kenapa tamat SMA/SMK kamu ga langsung jadi direktur atau presiden ? toh skill bisa diasah dengan otodidak !
Fauzal B                : “Setujuuuuu !”
Naufal Asyiri B   : “Hapus aja yu, ternyata banyak orang yang masih pragmatis dan menuhankan nilai seolah-olah segala galanya.... padahal Cuma pajangan yang nganter sampai wawancara doang ! “
Bagus K                                : “Kalo liat di jaman yang sekarang IPK itu memang penting untuk melamar kerja, membahagiakan orang tua, dan juga pamer kepada calon mertua hahaha”
Hendra C             : “kalau misal kita punya skill yang bagus, tapi IPKnya jelek gimana caranya agar bisa ikut tes CPNS”
Galih W                                : “Bukan tentang kamu punya skill apa tapi kamu punya kenalan siapa”
Fahri A                  : “Bapak habibie saja summa cumlaude nah gimana tu ? bukannya ipk gak guna.”


Nah, itulah beberapa pendapat yang bisa di ambil sisi positif dan meninggalkan sisi negatifnya. Namun kalau menurut saya sendiri IPK sangat penting karena persyaratan beasiswa LPDP S2 di dalam dan luar negeri ialah IPK wajib diatas 3.5.

Karena saya sendiri di FKM sudah tiga semester, Alhamdulillah dapat IPK yang lumayan bagus ya tiga koma lima sembilan sebut aja lah 3.60 hehe, mau tau caranya bagaimana saya mendapat IP segitu ? liat di entri saya selanjutnya.

Tidak pro dan kontra sana sini, saya rasa kalian bisa tahu masing-masing tujuan kalian kuliah dan pandangan terhadap IPK bagaimana. 

Belajar dan mengasah kemampuan adalah yang saya lakukan sekarang dan mungkin kalian juga lakukan.

Terimakasih telah meluangkan waktu di blog saya dan jangan lupa like dan komentar dibawah. Terimakasih banyak.

DOA DAN STRATEGI MASUK PTN


Sampai di kelas tiga SMA, menjelang UN, tak sempat lagi terbayang cita-cita super tinggi olehku. Karena bapak sudah bilang kalau aku tidak akan kuliah di perguruan tinggi negeri, jadi dengan tekad ku , segera ku daftar di perguruan tinggi Kedinasan, Seperti STAN, PPTI BCA dan STPI Curug. Di tahun 2016 aku mengetes semua, tapi hasilnya adalah bukan jalanku untuk disana. Aku pernah berniat masuk STPI Curug, sudah bertanya dengan bang Aditama taruna disana katanya kalau disana tidak ...........

Sabar, Tekad, dan Strategi
Oleh : Heru suganda
TAHUN 2017
 
Ini merupakan ceritaku, bagaimana perjuanganku dulu hingga merasakan perguruan tinggi Negeri. Sabar, Tekad dan Strategi adalah prinsipku. Satu lagi tak ketinggalan adalah Berdoa.
Belajar dengan keras, namun, tentang cita-cita bayangannya saja pun masih belum ada. Kelas dua SMA aku masih tidak tahu apa cita-citaku, sehingga belajar tidak belajar tidak menjadi utama bagiku, yang ada keinginanku hanyalah ingin bekerja karena melihat gaji dua sampai tiga juta sangat besar saat itu.
Aku menggerutu dengan temanku. “ Fan, kalo kau habis tamat ni kerja kan? Gua ikut ya”
Affandy menjawab.” Selaw ru, asal jangan lupa aj sama aku bsok “
“Gak kuliah kita pan ?” tanyaku sebentar. “ Gak aku kayaknya ru, bosan mah belajar muluk” ifan tertawa.
Sementara chandra temanku SMP ikut memberi tanggapan yang sama namun ia terkendala sambil kerja.
jawaban saputra berbeda “Dulu aku pengen kuliah suganda, tapi aku sudah nyaman dengan kerjaanku sekarang.” Jawabnya.
Saat kelas dua SMA aku ingat cita-cita ku dulu yaitu menjadi pilot, sehingga berbagai cara diawal kulakukan buat masuk kedalam persyaratan, seperti tinggi badan, perawatan gigi dan kuat fisik, tak lupa belajar Tes Potensi Akademik sekaligus belajar PKN STAN.
Motivasi ku buat menggapai cita-cita tidak ada, karena kutahu keinginan seperti hawa nafsu, orangtuaku tidaklah mempunyai biaya banyak buat mendudukkan ku di kursi perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Sampai di kelas tiga SMA, menjelang UN, tak sempat lagi terbayang cita-cita super tinggi olehku. Karena bapak sudah bilang kalau aku tidak akan kuliah di perguruan tinggi negeri, jadi dengan tekad ku , segera ku daftar di perguruan tinggi Kedinasan, Seperti STAN, PPTI BCA dan STPI Curug. Di tahun 2016 aku mengetes semua, tapi hasilnya adalah bukan jalanku untuk disana. Aku pernah berniat masuk STPI Curug, sudah bertanya dengan bang Aditama taruna disana katanya kalau disana tidak ada beasiswa seperti Bidikmisi/PPA yang ada mencari beasiswa dari Maskapai, tapi yasudah itu terlalu ribet dan lagi-lagi berlalu sudah mimpi besar itu.
Masih ada SBMPTN, jalur terakhir yang dapat aku tempuh, tapi karena sudah ditolak banyak PTK aku menjadi semakin pesimis. Aku bilang kepada bapak “ pak, aku gak yakin bisa lulus di pilihan pertamaku Kedokteran UNPAD, yaudah aku pasrah aja..”
Bapak menjawab tenang. “ kuliah itu gak gampang, kalau lulus pun belum tentu diambil”
Dihari pengumuman SBMPTN, aku tidak lulus di tahun 2016. Di pilihan Agroekoteknologi pun aku tidak jebol. Sampai temanku ada yang celoteh “ sebodoh apa si lu ru pas SMA, masa masuk UNJA aja gak jebol, hahahaah
Penjaga warnet juga menimbrungi “ kau mau kuliah ? becanda? Orang suka main game terus tiap hari kayak mana mau masuk PTN “ ia mengataiku karena aku mantan anak warnet yang super maniac.
Tetangga suda pasti membully ku “ Anak desa ya kerja aja udah syukur, gak usah membelit-belit mau kuliah to..” tetangga lain menimbrungi “ Anak ku iki uwes sarjana tapi mosok’e nang umah wae”
Singkatnya, aku tidak kuliah. Sepertinya aku kalah dengan omongan orang. Yasudah aku bekerja di PT .Wira karya sakti, melamar, menghadap manajernya, wawancara, dan pelatihan sehari, ya awalnya aku tidak diterima karena tidak meyakinkan diriku untuk mengangkat beban 10 kg sendiri. Tapi karena ada orang dalam pamanku sebagai Tenaga kesehatan di PT tersebut, ya aku diterima. Apa yang bisa aku lakukan disitu ? Hanya mengandalkan ijzazah SMA saja ? ya tidak bisa. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menjadi kuli disana.
Berat ? tentu saja. Malu? Pasti iya?. Perginya saja aku tidak boleh mengenakan baju bagus, ya, aku gunakan baju jelek-jelek karena tujuanku bekerja di daerah lapangan yang sangat panas.
“Heru kalau sudah dua tahun disini, jadi pengawas bisa.”  Aku terdiam, pura-pura yakin dengan orang itu. “ iya pak, insha Allah “ jawabku, tapi di hatiku tidak terima. Tidak ada dalam keinginanku menjadi mandor disini.
Aku tidak butuh omongan. Aku butuh aksi yang bisa membuatku dan masa depanku cerah, bukan kerja di tempat tak berijzah seperti ini. Kulihat teman-temanku memegang masing-masing Alamameter dan membuat snap di kuliahnya. Membuatku kadang sedih. Bagaimana bisa mereka yang akademiknya biasa saja bisa kuliah.
Besoknya aku buka buku TPA dan bahasa inggirs, aku mulai tertarik membahasnya. Membahas soal-soal lagi, membuatku betah, sampai di truk yang membawaku kerja kusempatkan membuka buku pocket engglish grammar, sampai dikatakan orang aku orang aneh. Karena saking sibuknya membuka buku saat kerja, aku tidak sengaja menumpahkan setumpuk pot tanaman yang berisi 50 tanaman. Hingga gajiku dipotong pada akhirnya aku mengundurkan diri, sebelum diusir dari perusahaan.
Frustasi ? pasti iya. Berbulan-bulan bulan aku dirumah, tanpa kerjaan. Seperti orang gak waras. Hingga aku berpikir untuk bunuh diri saja, daripada aku menjadi sampah. Astagfirullah.
Akhirnya ada temanku namanya Roni, ia mengajakku untuk les komputer di salah satu tempat di desaku, Tentu saja aku mengikutinya. Dengan les tersebut, pikiranku semakin terbuka. Aku tidak seperti dulu yang diam dirumah, aku mendapat teman baru, dan guru yang sangat akrab denganku.
Di bulan Januari 2017, aku selesai menyelesaikan les.aku banyak paham dengan komputer, power point dan excel, sampai suatu ketika ada seminar di lembaga tersebut tentang menjadi tenaga kerja yang profesional.
Didesaku, dilembaga itu guru les mengirimkan dua puluh tiga muridnya yang sudah dibina agar mengikuti ujian kompetensi komputer dan presentation. Di hari itu di Palcomtech kota jambi, aku mengikuti ujian. Hingga saat pengumuman aku mendapatkan penghargaan The best Presentasi oleh pihak Palcomtech dan ternyata hanya aku yang lulus satu-satunya dari puluhan orang tersebut, karena mampu menyetir Power Point, Excel dan Ms Word dengan baik aku didukung guru-guruku agar kuliah saja, aku saja sendiri sampai terharu.
Bapak bergelar Doktor dalam seminar itu mengatakan “ kuliah itu seperti naik mobil yang tidak cukup orang, kesempitan, kamu  harus pandai-pandai agar bisa masuk mobil dan ikut berjalan bersama mereka”
Seperti ada kilat yang menggores hayalanku, ingatku pada pendaftaran bidikmisi. Tidak aku pedulikan kalau bidikmisi itu hanya untuk orang pintar, aku lupakan kata kepala sekolah dan pak Yopi yang melarangku mendaftar karena tidak pernah berprestasi di SMA. Aku usir omongan semua orang, hingga pada bulan februari aku nekat mengurusnya sendiri berkas-berkas bidikmisi.
Pendaftaran terbentrok saat meminta surat Ranking oleh sekolah dan rekomendasi. Kulihat raporku peringkat 19 dan 15 tentu saja ini jauh dari kata berprestasi, meminta sertifikat lomba, aku tidak ada, tapi syukurnya ada dua orang temanku dari padang, mengirimkanku sertfikat pelatihan dan olimiade, aku jadi terbantu.
Aku punya Kartu Indonesia Pintar ? Tidak lah. Orang aku bukan berprestasi di SMA.
Karena TU dan kepala sekolah tidak memberikanku surat rekomendasi sebagai anak berprestasi dan pendaftar bidikmisi, maka aku akan mengambil tindakan sendiri.
Apakah itu? Aku membuat surat sendiri atas nama SMA dan menscanner tanda tangan wali kelas dan kepala sekolah. Aku mengubah peringkatku dari 19 menjadi 10 besar, dari peringkat 15 menjadi 5 besar, hasilnya sangat cantik dan rapi berkat kemampuan yang didapat dari les komputer, tinggal cap stempel SMA ? Kebetulan guru lesku adalah orang TU di SMA, jadi aku temui saja bapak itu dan meminta stempel.
bisa mengetik surat semulus ini, hingga pada suatu hari ada sampai pernah mendaftarkan ku sebagai kestari di Kantor Desa, wah tentu saja ini luar biasa, Akhirnya aku harus menolaknya karena alasan sibuk les SBMPTN online di zenius.net, aku juga dibantu oleh Nurul Fikri dalam Try Out SBMPTN hingga passing grade mencapai 49 % yang katanya pasti menembus Fakultas Kedokteran.
Dirumah, aku les sendiri tanpa mentor, ada dua orang temanku dari padang kuliah di UNAND mau ikut SBMPTN lagi dan satu orang lagi ingin ikut SBMPTN, kami belajar bersama, chatiing melalui WhatsApp dan membuat Grup WA khusus pejuang SBMPTN, yang mana setiap hari membahas soal dan diskusikan aturan SBMPTN, tinggal beberapa hari H SBMPTN 2017 aku sudah siap, berkas bidimisi sudah siap, doa, aku meminta restu dari semua orang, tinggal tersisa adalah waktu 2 JAM MENENTUKAN MASA DEPAN. Selembar kertas jawaban yang menetukan masa depanku. Tapi aku tahu ALLAH selalu ada untukku. .. ALLAH tidak akan mengubah masa depan hambanya kecuali ia akan berusaha memperbaikinya sendiri. Disini aku banyak berdoa, berdoa, dan berdoa.
Akhirnya pada 13 Juni 2017, aku tidak membukanya sendiri website hasilnya, GRUP WA, FB ramai sekali, hingga aku lihat ada orang yang menhastag namaku di Grup dan kucoba lihat ternyata aku LULUS SBMPTN 2017, aku yakin pasti kedokteran. Aku tanya dua orang temanku yang dipadang, ternyata temanku yang cewe ini Lulus di Fakultas kedokteran UNPAD, temanku satu lagi Lulus di Fakultas kedokteran di Aceh. Mereka hebat bisa mendapat UKT gratis disana.
Kemudian mereka menanyakan aku. “ Heru, kamu kedokteran kan ?”
Aku tersenyum sedih tapi bersyukur “ enggak wei, aku tidak dapat pilihan dokter, aku lulus di Kesehatan masyarakat”
Dua orang temanku itu tetap membujukku agar mau mengambil jurusan tersebut, ya aku tidak mungkin menolaknya, ist oke, aku next daftar ulang di UNJA.
Malam itu usai terawih aku sujud kepada Allah SWT yang memudahkanku dalam mencapai urusan, aku menangis haru terpaku dalam doa seraya bersyukur, bahwa Sabar, Tekad, dan Strategi adalah juga wajib disertakan selain yang utama adalah DOA.
-
Halo para readerku, sebenarnya cerpen ini sudah aku buat pas sebulan setelah lulus SBMPTN, tapi banyak kegiatan yang aku lakuin dimulai urus berkas, apalagi ada game analog ini mmwahh makin ga sempet nulis, tapi aku usahakan ga telat lagi upload nya hehe. Selanjutnya akan ada cerita aku di FKM nantinya yang insha Allah akan dishare, kira-kira bagaimana ya kuliah nanti ? bagaimana ya teman-teman di kampus nanti? Di kost? mau masuk semester satu nih wkwkw, doakan lancar ya guys daftar ulangnya di UNJA.
Idea writing : 20 juni 2017
Editing                  : Maret 2019