Sampai di kelas tiga SMA,
menjelang UN, tak sempat lagi terbayang cita-cita super tinggi olehku. Karena
bapak sudah bilang kalau aku tidak akan kuliah di perguruan tinggi negeri, jadi
dengan tekad ku , segera ku daftar di perguruan tinggi Kedinasan, Seperti STAN,
PPTI BCA dan STPI Curug. Di tahun 2016 aku mengetes semua, tapi hasilnya adalah
bukan jalanku untuk disana. Aku pernah berniat masuk STPI Curug, sudah bertanya
dengan bang Aditama taruna disana katanya kalau disana tidak ...........
Sabar, Tekad, dan Strategi
Oleh : Heru suganda
TAHUN 2017
Ini merupakan ceritaku, bagaimana
perjuanganku dulu hingga merasakan perguruan tinggi Negeri. Sabar, Tekad dan
Strategi adalah prinsipku. Satu lagi tak ketinggalan adalah Berdoa.
Belajar dengan keras, namun,
tentang cita-cita bayangannya saja pun masih belum ada. Kelas dua SMA aku masih
tidak tahu apa cita-citaku, sehingga belajar tidak belajar tidak menjadi utama
bagiku, yang ada keinginanku hanyalah ingin bekerja karena melihat gaji dua
sampai tiga juta sangat besar saat itu.
Aku menggerutu dengan temanku. “
Fan, kalo kau habis tamat ni kerja kan? Gua ikut ya”
Affandy menjawab.” Selaw ru, asal
jangan lupa aj sama aku bsok “
“Gak kuliah kita pan ?” tanyaku
sebentar. “ Gak aku kayaknya ru, bosan mah belajar muluk” ifan tertawa.
Sementara chandra temanku SMP
ikut memberi tanggapan yang sama namun ia terkendala sambil kerja.
jawaban saputra berbeda “Dulu aku
pengen kuliah suganda, tapi aku sudah nyaman dengan kerjaanku sekarang.”
Jawabnya.
Saat kelas dua SMA aku ingat
cita-cita ku dulu yaitu menjadi pilot, sehingga berbagai cara diawal kulakukan
buat masuk kedalam persyaratan, seperti tinggi badan, perawatan gigi dan kuat
fisik, tak lupa belajar Tes Potensi Akademik sekaligus belajar PKN STAN.
Motivasi ku buat menggapai
cita-cita tidak ada, karena kutahu keinginan seperti hawa nafsu, orangtuaku
tidaklah mempunyai biaya banyak buat mendudukkan ku di kursi perguruan tinggi,
baik negeri maupun swasta.
Sampai di kelas tiga SMA,
menjelang UN, tak sempat lagi terbayang cita-cita super tinggi olehku. Karena
bapak sudah bilang kalau aku tidak akan kuliah di perguruan tinggi negeri, jadi
dengan tekad ku , segera ku daftar di perguruan tinggi Kedinasan, Seperti STAN,
PPTI BCA dan STPI Curug. Di tahun 2016 aku mengetes semua, tapi hasilnya adalah
bukan jalanku untuk disana. Aku pernah berniat masuk STPI Curug, sudah bertanya
dengan bang Aditama taruna disana katanya kalau disana tidak ada beasiswa
seperti Bidikmisi/PPA yang ada mencari beasiswa dari Maskapai, tapi yasudah itu
terlalu ribet dan lagi-lagi berlalu sudah mimpi besar itu.
Masih ada SBMPTN, jalur terakhir
yang dapat aku tempuh, tapi karena sudah ditolak banyak PTK aku menjadi semakin
pesimis. Aku bilang kepada bapak “ pak, aku gak yakin bisa lulus di pilihan
pertamaku Kedokteran UNPAD, yaudah aku pasrah aja..”
Bapak menjawab tenang. “ kuliah
itu gak gampang, kalau lulus pun belum tentu diambil”
Dihari pengumuman SBMPTN, aku
tidak lulus di tahun 2016. Di pilihan Agroekoteknologi pun aku tidak jebol.
Sampai temanku ada yang celoteh “ sebodoh apa si lu ru pas SMA, masa masuk UNJA
aja gak jebol, hahahaah “
Penjaga warnet juga menimbrungi “
kau mau kuliah ? becanda? Orang suka main game terus tiap hari kayak mana mau
masuk PTN “ ia mengataiku karena aku mantan anak warnet yang super maniac.
Tetangga suda pasti membully ku “
Anak desa ya kerja aja udah syukur, gak usah membelit-belit mau kuliah to..”
tetangga lain menimbrungi “ Anak ku iki uwes sarjana tapi mosok’e nang umah
wae”
Singkatnya, aku tidak kuliah.
Sepertinya aku kalah dengan omongan orang. Yasudah aku bekerja di PT .Wira
karya sakti, melamar, menghadap manajernya, wawancara, dan pelatihan sehari, ya
awalnya aku tidak diterima karena tidak meyakinkan diriku untuk mengangkat
beban 10 kg sendiri. Tapi karena ada orang dalam pamanku sebagai Tenaga
kesehatan di PT tersebut, ya aku diterima. Apa yang bisa aku lakukan disitu ?
Hanya mengandalkan ijzazah SMA saja ? ya tidak bisa. Tidak ada yang bisa aku lakukan
selain menjadi kuli disana.
Berat ? tentu saja. Malu? Pasti
iya?. Perginya saja aku tidak boleh mengenakan baju bagus, ya, aku gunakan baju
jelek-jelek karena tujuanku bekerja di daerah lapangan yang sangat panas.
“Heru kalau sudah dua tahun
disini, jadi pengawas bisa.” Aku
terdiam, pura-pura yakin dengan orang itu. “ iya pak, insha Allah “ jawabku,
tapi di hatiku tidak terima. Tidak ada dalam keinginanku menjadi mandor disini.
Aku tidak butuh omongan. Aku
butuh aksi yang bisa membuatku dan masa depanku cerah, bukan kerja di tempat
tak berijzah seperti ini. Kulihat teman-temanku memegang masing-masing
Alamameter dan membuat snap di kuliahnya.
Membuatku kadang sedih. Bagaimana bisa mereka yang akademiknya biasa saja bisa
kuliah.
Besoknya aku buka buku TPA dan
bahasa inggirs, aku mulai tertarik membahasnya. Membahas soal-soal lagi,
membuatku betah, sampai di truk yang membawaku kerja kusempatkan membuka buku pocket engglish grammar, sampai
dikatakan orang aku orang aneh. Karena saking sibuknya membuka buku saat kerja,
aku tidak sengaja menumpahkan setumpuk pot tanaman yang berisi 50 tanaman.
Hingga gajiku dipotong pada akhirnya aku mengundurkan diri, sebelum diusir dari
perusahaan.
Frustasi ? pasti iya.
Berbulan-bulan bulan aku dirumah, tanpa kerjaan. Seperti orang gak waras.
Hingga aku berpikir untuk bunuh diri saja, daripada aku menjadi sampah. Astagfirullah.
Akhirnya ada temanku namanya
Roni, ia mengajakku untuk les komputer di salah satu tempat di desaku, Tentu
saja aku mengikutinya. Dengan les tersebut, pikiranku semakin terbuka. Aku
tidak seperti dulu yang diam dirumah, aku mendapat teman baru, dan guru yang
sangat akrab denganku.
Di bulan Januari 2017, aku
selesai menyelesaikan les.aku banyak paham dengan komputer, power point dan
excel, sampai suatu ketika ada seminar di lembaga tersebut tentang menjadi
tenaga kerja yang profesional.
Didesaku, dilembaga itu guru les
mengirimkan dua puluh tiga muridnya yang sudah dibina agar mengikuti ujian
kompetensi komputer dan presentation. Di hari itu di Palcomtech kota jambi, aku
mengikuti ujian. Hingga saat pengumuman aku mendapatkan penghargaan The best
Presentasi oleh pihak Palcomtech dan ternyata hanya aku yang lulus satu-satunya
dari puluhan orang tersebut, karena mampu menyetir Power Point, Excel dan Ms
Word dengan baik aku didukung guru-guruku agar kuliah saja, aku saja sendiri
sampai terharu.
Bapak bergelar Doktor dalam
seminar itu mengatakan “ kuliah itu seperti naik mobil yang tidak cukup orang,
kesempitan, kamu harus pandai-pandai
agar bisa masuk mobil dan ikut berjalan bersama mereka”
Seperti ada kilat yang menggores
hayalanku, ingatku pada pendaftaran bidikmisi. Tidak aku pedulikan kalau
bidikmisi itu hanya untuk orang pintar, aku lupakan kata kepala sekolah dan pak
Yopi yang melarangku mendaftar karena tidak pernah berprestasi di SMA. Aku usir
omongan semua orang, hingga pada bulan februari aku nekat mengurusnya sendiri
berkas-berkas bidikmisi.
Pendaftaran terbentrok saat
meminta surat Ranking oleh sekolah dan rekomendasi. Kulihat raporku peringkat
19 dan 15 tentu saja ini jauh dari kata berprestasi, meminta sertifikat lomba,
aku tidak ada, tapi syukurnya ada dua orang temanku dari padang, mengirimkanku
sertfikat pelatihan dan olimiade, aku jadi terbantu.
Aku punya Kartu Indonesia Pintar
? Tidak lah. Orang aku bukan berprestasi di SMA.
Karena TU dan kepala sekolah
tidak memberikanku surat rekomendasi sebagai anak berprestasi dan pendaftar
bidikmisi, maka aku akan mengambil tindakan sendiri.
Apakah itu? Aku membuat surat sendiri
atas nama SMA dan menscanner tanda
tangan wali kelas dan kepala sekolah. Aku mengubah peringkatku dari 19 menjadi
10 besar, dari peringkat 15 menjadi 5 besar, hasilnya sangat cantik dan rapi
berkat kemampuan yang didapat dari les komputer, tinggal cap stempel SMA ?
Kebetulan guru lesku adalah orang TU di SMA, jadi aku temui saja bapak itu dan
meminta stempel.
bisa mengetik surat semulus ini,
hingga pada suatu hari ada sampai pernah mendaftarkan ku sebagai kestari di
Kantor Desa, wah tentu saja ini luar biasa, Akhirnya aku harus menolaknya
karena alasan sibuk les SBMPTN online di zenius.net, aku juga dibantu oleh
Nurul Fikri dalam Try Out SBMPTN hingga passing grade mencapai 49 % yang
katanya pasti menembus Fakultas Kedokteran.
Dirumah, aku les sendiri tanpa
mentor, ada dua orang temanku dari padang kuliah di UNAND mau ikut SBMPTN lagi
dan satu orang lagi ingin ikut SBMPTN, kami belajar bersama, chatiing melalui
WhatsApp dan membuat Grup WA khusus pejuang SBMPTN, yang mana setiap hari
membahas soal dan diskusikan aturan SBMPTN, tinggal beberapa hari H SBMPTN 2017
aku sudah siap, berkas bidimisi sudah siap, doa, aku meminta restu dari semua
orang, tinggal tersisa adalah waktu 2 JAM MENENTUKAN MASA DEPAN. Selembar
kertas jawaban yang menetukan masa depanku. Tapi aku tahu ALLAH selalu ada
untukku. .. ALLAH tidak akan mengubah masa depan hambanya kecuali ia akan
berusaha memperbaikinya sendiri. Disini aku banyak berdoa, berdoa, dan berdoa.
Akhirnya pada 13 Juni 2017, aku
tidak membukanya sendiri website hasilnya, GRUP WA, FB ramai sekali, hingga aku
lihat ada orang yang menhastag namaku di Grup dan kucoba lihat ternyata aku LULUS SBMPTN 2017, aku yakin pasti
kedokteran. Aku tanya dua orang temanku yang dipadang, ternyata temanku yang cewe ini Lulus di Fakultas kedokteran
UNPAD, temanku satu lagi Lulus di Fakultas kedokteran di Aceh. Mereka hebat
bisa mendapat UKT gratis disana.
Kemudian mereka menanyakan aku. “
Heru, kamu kedokteran kan ?”
Aku tersenyum sedih tapi
bersyukur “ enggak wei, aku tidak dapat pilihan dokter, aku lulus di Kesehatan
masyarakat”
Dua orang temanku itu tetap
membujukku agar mau mengambil jurusan tersebut, ya aku tidak mungkin
menolaknya, ist oke, aku next daftar ulang di UNJA.
Malam itu usai terawih aku sujud
kepada Allah SWT yang memudahkanku dalam mencapai urusan, aku menangis haru
terpaku dalam doa seraya bersyukur, bahwa Sabar, Tekad, dan Strategi adalah
juga wajib disertakan selain yang utama adalah DOA.
-
Halo para readerku, sebenarnya
cerpen ini sudah aku buat pas sebulan setelah lulus SBMPTN, tapi banyak
kegiatan yang aku lakuin dimulai urus berkas, apalagi ada game analog ini
mmwahh makin ga sempet nulis, tapi aku usahakan ga telat lagi upload nya hehe.
Selanjutnya akan ada cerita aku di FKM nantinya yang insha Allah akan dishare, kira-kira
bagaimana ya kuliah nanti ? bagaimana ya teman-teman di kampus nanti? Di kost?
mau masuk semester satu nih wkwkw, doakan lancar ya guys daftar ulangnya di
UNJA.
Idea writing : 20 juni 2017
Editing : Maret 2019
Editing : Maret 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar