Sebuah Pena, Kertas dan Ide
By Heru Suganda
Menulis bagi saya adalah mengungkapkan suatu keindahan dan curahan
yang menginspiratif. Menulis sebuah cerpen maupun novel adalah menjadi seorang
penulis dalam menuangkan ide kreatif dan ungkapan imajinasi bisa dalam bentuk
fiksi maupun non-fiksi.
Sekitar satu bulan saya menulis bebas hingga seratus dua puluh
halaman kertas A4. Sambil tersenyum saya bangga dengan pencapaian awal ini,
namun karya saya tidak diterima malam hari itu oleh penerbit di jakarta dengan
alasan tidak saya ketahui. Tapi Saya menyerah ? Tidak.
Namun saya jatuh cinta dengan dunia kepenulisan. Setiap harinya saya
mencari novel dan cerpen berbentuk digital di internet yang bisa didapatkan
gratis. Saya membacanya sampai habis berkali-kali, sekitar dua bulan lebih saya
mempunyai kebiasaan membaca novel akhirnya muncul di pikiran saya minat untuk
tidak selalu membaca tapi keinginan menulis seperti penulis-penulis di
Indonesia yang populer.
Ketika saya kebelet menulis dibutuhkan kertas, kemudian saya harus
menggunakan pena untuk penggerak isi hati di kertas, kedua benda tersebut ada
ditangan saya ketika ingin menumpahkan gagasan yang ada di kepala terutama
dalam kondisi mendadak kejatuhan ide. Maka kertas, pena dan ide adalah
kebutuhan penting bagi saya yang selalu kejatuhan ide mendadak.
Saya pernah menulis sebuah buku dan novel baik fiksi maupun
non-fiksi, menulis membutuhkan ide agar bisa memaksa saya untuk menggerakkkan
sebuah pena atau membuka laptop untuk mengetik, pernah suatu hari saya
memikirkan dan menyimpan banyak gagasan tapi karena ada kendala saya tidak
sempat menulis akibatnya kecenderungan saya melamun dan sensitif akan meningkat,
Itulah yang terjadi pada saya jika menunda menulis.
Mood merupakan satu point utama seperti layaknya nyawa yang
menggerakkan suatu badan dalam menulis, sudah beberapa tahun terakhir hingga
sekarang saya selalu dibawah perintah mood, Mood adalah suatu kemauan atau
keinginan yang pada saat itu sedang melanda hati saya.
Kedua yaitu ada motivasi dan pengalaman yang akan diceritakan,
ketika otak saya melakukan flashback pada masa lalu tentunya ada banyak
kejadian dan cerita yang menarik untuk dituliskan, jika saya tidak
menuliskannya akan terjadi kepikiran berkepanjangan dalam kepala, dengan saya
menulisnya maka pikiran dan hati saya lebih tenang dan lega, bisa dikatakan
saya bercerita pada sebuah kertas maupun laptop.
Kalau waktu yang tepat saya menulis adalah sore hari sehabis bangun
tidur atau malam hari ketika tidak bisa tidur, diwaktu tersebut kecenderungan
mengetik untuk menuangkan gagasan lebih bersemangat, misal ketika malam hari
tidak bisa tidur saya mengambil cemilan dan secangkir kopi kemudian membuka
laptop lalu saya menulis dengan semangat.
Respon dari lingkungan ketika saya menulis adalah Dosen, keluarga
dan teman-teman saya sekelas. Abang dan adik saya sangat heran mengapa saya
bisa berbeda dengan kegiatan mereka, dimana saya setiap membuka laptop selalu
terdengar bunyi keyboard yang berisik, mereka mengintip saya dari balik pintu
kamar dan menganggap saya aneh. Seperti katanya “ngapain menulis kalau nggak
digaji..” maka saya menjawab dengan sigap. “Ini hobi abang dek, hobi adek apa ?
Oh memancing, nah sekarang apakah memancing itu digaji dek?” jawab saya.
Berbeda dengan teman dan dosen yang menganggap menulis itu membanggakan. Saya ditanya banyak
oleh teman-teman dan dosen sebenarnya apa yang saya tulis, maka dengan semangat
saya menjawab “sebuah karya, nanti kalau sudah selesai kalian akan tahu
sendiri” ujar saya sambil tersenyum. Kalau seorang dosen bahasa indonesia di
kampus. Dia pernah bertanya “ Ada tidak ya mahasiswa disini yang sudah hasilkan
karya?” semua hening kemudian suara saya muncul memecah keheningan.” Saya pak”
teman-teman sekelas memusatkan perhatian pada saya. Menulis haruslah mempunyai
semangat yang berapi-api.
Pengalaman memalukan pernah saya alami sewaktu kelas tiga SMA,
dimana saya mewawancarai teman-teman untuk mendapatkan ide dan pengalaman
mereka pribadi. Saya bertemu mereka diwaktu jam istirahat tiba. Saya ingin
menulis kisah anak SMA, tips menempuh UN, dan mengenai kisah jomblo mereka. Ada
beberapa orang yang mau memberikan gagasannya, tapi lebih banyak yang tidak
menerima bahkan mereka mentertawakan saya. Mereka mengatakan “ Teman-teman
khusus yang cowok, hati-hati ada heru mau buka aib kalian masing-masing.”
Setelah itu mereka membully saya. Bahkan mereka yang membuka pribadiku yang
bisa jadi bahan tertawaan teman-teman sekelas. Pelajaran yang saya petik jangan
bertanya secara langsung kalau mengenai pribadi, namun bisa melalui canda tawa
serta menjadi teman yang baik dan dipercaya.
Perjalanan saya menulis cerpen maupun novel memanglah ada pedoman,
Tahun 2015 saya pernah menulis cerpen tentang teman saya sendiri tidak sekolah
SMA padahal mempunyai semangat sekolah namun terkendala finansial, maka secara
diam-diam saya mendapat informasi darinya ketika bercanda maupun sedang
curhat-curhatan. Informasi itu saya bawa pulang ke kamar lalu menyalinnya ke
dalam laptop, pertama saya lakukan adalah menulis sinopsis, kedua menulis bebas
kemudian mengistirahatkan tulisan saya selama seminggu agar di revisi sebelum
dikirimkan ke penerbit di padang.
Target dalam menulis memang saya tekankan, jika saya menulis maka
harus tahu tema, judul, genre dan jumlah halaman, jika komponen tersebut tidak
ada maka saya melamun dahulu atau mendengarkan musik, mencari kegiatan dan
bercanda dengan teman-teman yang bisa mendapat ide tiba-tiba, waktu
menyelesaikan sebuah novel siap terbit sangat lama, saya baru saja memulai
menulis novel tentang remaja bisnis dan cinta remaja maka target yang saya
harapkan selesai bisa tahun 2019 bahkan 2020, karena saya menekankan kualitas
ketimbang sebuah novel cepat selesai tapi tidak memuaskan.
Oh iya, saya pertama kali menulis adalah ketika sedang membutuhkan
uang untuk membeli handpone. Pada hari itu saya mendapat info dari abang saya
ada lomba dari penerbit di jakarta, lomba itu bertema wisata, jadi saya menulis
sendiri pelan-pelan sambil mencari gagasan tentang wisata di jambi, ketika
mendapatkan ide saya sangat antusias sambil mencari laptop untuk mengetik
karena tidak mempunyai laptop saya pun meminjam laptop abang saya disela-sela
waktu kosongnya.
Tips dari saya agar menulis dapat mengalir dan selalu mendapat ide
dan gagasan seperti saya sering alami adalah membuka pikiran untuk menerima ide
kemudian mendorong diri agar mau menulis, kalau tidak bisa haruslah dipaksa agar
ide tidak terbuang sia-sia, kemudian jangan mudah menyerah karena hal kecil dan
sepele, seperti jika tulisan diejek tidaklah harus berhenti menulis lantaran
tidak diterima orang, namun tulisan yang kurang baik haruslah diperbaiki untuk
membangun sebuah kesuksesan dengan meluncurnya sebuah cerpen atau novel yang
telah di cita-citakan.
Terimakasih
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba
Tulis.Me di Instagram.
Biodata penulis
Nama saya heru suganda, umur 19 tahun, saat ini sedang menempuh
kuliah di Universitas Jambi jurusan kesehatan masyarakat, saya Asli medan namun
tumbuh besar dan bersekolah di Provinsi Jambi. Akun media sosial yang aktif
antara lain @Herusugan01 (Instagram), , 083171023539 (WA), Herusuganda99 (Line).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar